Pernahkah kita membayangkan betapa hebohnya liputan media dan reaksi masyarakat jika saja di negeri ini setiap hari sepanjang tahun terjadi satu kecelakaan pesawat terbang? Paling tidak, satu hal bisa diperkirakan jika hal ini terjadi: penduduk Indonesia akan berkurang sekitar 30 ribu jiwa pertahun. Kecelakaan pesawat memang tidak terjadi sesering itu. Namun bahwa Indonesia kehilangan 30 ribu jiwa dalam setahun adalah suatu kenyataan. Dan penyebabnya tiada lain adalah kecelakaan lalulintas jalan raya!

Berdasarkan data Departemen Kesehatan tahun 2004, penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah penyakit jantung disusul stroke pada peringkat kedua. Sedangkan di tempat ke-3 menyusul kecelakaan lalulintas. Jika kita bermain-main dengan data kecelakaan dari Kepolisian RI tahun 2006, kita akan mendapati angka rata-rata yang sangat mencengangkan ini:

  • Tiap 1 jam rata-rata telah terjadi 10 kecelakaan lalulintas
  • Tiap 10 menit 1 orang menderita luka ringan akibat kecelakaan
  • Tiap 15 menit 1 orang menderita luka berat akibat kecelakaan
  • Tiap 30 menit 1 orang meninggal dunia akibat kecelakaan

Sebuah studi tentang accident costing yang disponsori oleh ADB memperkirakan bahwa kerugian ekonomi nasional akibat kecelakaan lalulintas di Indonesia telah mencapai 2,91% dari Produk Domestik Brutto (PDB), atau sekitar 41 trilyun rupiah pada tahun 2004. Bahkan menurut Bank Dunia dan ABD, pada beberapa negara berkembang kerugian ekonomi ini telah melampaui jumlah pinjaman luar negeri yang mereka terima.

Apakah kita akan berdiam diri dengan fakta yang mencengangkan semacam itu? Berbagai negara maju maupun berkembang melihat kejadian serupa di negaranya masing-masing dan mengatakan tidak! Bahu-membahu, berbagai upaya melalui pendekatan engineering, education, emergency preparedness, encouragement, dan enforcement terus dilakukan. Swedia, negara dengan sistem jalan raya teraman di dunia, bahkan telah menjalankan kebijakan Vision Zero. Dengan kebijakan ini, tidak boleh ada seseorang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas di Swedia.

Di tahun-tahun mendatang dapat kita perkirakan bahwa jumlah kendaraan bermotor di Indonesia akan semakin meningkat. Secara alamiah, peluang meningkatnya kejadian kecelakaan tentu akan semakin besar pula. Semestinya kita perlu berbuat sesuatu. Ataukah kita akan kembali kepada kepercayaan tradisional, bahwa kecelakaan lalulintas adalah "takdir" yang tak terelakkan? Namanya juga "kecelakaan"...

5 Responses to “Pembunuh terbanyak ke-3”

  1. Sip, informasi tentang kecelakaan mantap. ini perlu disebarluaskan agar pemakai jalan semakin hati-hati.
    Pak Berlian kok udah lama ngak muncul. sibuk banget ya dengan desertasinya? Semoga cepat selasai, dan salam dari saya. Bachnas.

  2. next poting kap? 🙂

  3. assalamualaikum....pak berlian?
    heheee, saia putri temennya tisa... dulu pernah jadi asdos geometri jalan buat bapak..taun berapa ya??? mm, 2006 apa ya...
    eheheee
    masih d thailand ya pak? oleh2nya jangan lupa ya pak.... 🙂

  4. Solusinya:
    Pertama, kesadaran diri dari para pengguna jalan raya untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas perlu ditingkatkan. Kasus di daerah saya, kesadaran untuk menggunakan helm standard bagi para pengendara motor sangat rendah, musti ditilang dulu baru besok beramai-ramai pakai helm standard. Hmm...padahal fungsinya untuk melindungi kepala beserta isinya, salah satu anugerah besar pemberian Allah SWT.
    Kedua, peran Polantas juga sangat penting demi menjaga kelancaran berlalu lintas. Sok atuh pak polisi tolong langsung terjun ke lapangan untuk mengawasi semuanya :-).
    Ketiga dan seterusnya, apa yah???
    Ga berani kasih komentar yang berbau sarana transportasi...masih awam soalnya hehehehe...

    Keep posting kha!

  5. Assalamualaikum Pak…
    Ne pak saya Rohmatullah Aeni. aq masih bingung e pak mw buat tulisan tentang kepadatan jalan tapi dirasa kayanna kurang e pak cz aq sendiri rencana mw bahas maslah kepadatan jalan di daerah kaliurang. gimana ya pak kira-kira.
    yang baru ada cuma data kepadatan jalan taun 2005 tu pun buat kota jogja bukan daerah kaliurang sendiri, tapi aq belum dapet referensi buat maslah struktur samping jalan di kaliurang paktolong
    advice na pak.
    cepet pulang y pak kami juga ingin diajar bapak juga donk maklum nak 2006 pak.
    wassalamualaikum wr, wb

Leave a Reply

*